5 Tips untuk Menjamin Keamanan dan Keselamatan EL Program

Musibah “Tank Bogowonto” yg tenggelam saat ‘outbound’ siswa Taman Kanak-Kanak memicu polemik di kalangan rekan-rekan AELI yang menggeluti Experiential Learning (EL) Program.

Bbrp pendapat berbeda mengemuka menyikapi tragedi ini. Ada yg bilang kegiatan naik tank itu bukan Outbound, bbrpa menyesalkan sikap media yg menggeneralisir istilah outbound. Ada juga yg bilang siswa TK itu ga tepat kalau diajak outbound. Sampai dengan bahasan dan diskusi abadi soal apa sih outbound itu, apa saja jenis kegiatannya dan tentang seharusnya istilah outbound sdh tidak digunakan lagi.

Terlepas dr semua polemik itu, satu hal yg pasti semua turut prihatin dan berbela sungkawa atas tragedi ini. Semua berharap tragedi serupa tidak terjadi lagi.

Ketimbang terjebak dalam perdebatan tersebut, saya memilih untuk fokus pada upaya agar tragedi serupa tidak terjadi lagi.

Experiential Learning Program adalah sebuah program pembelajaran berbasis pengalaman terstruktur yang kemudian direfleksikan untuk diambil pemaknaan sesuai tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Bentuk EL Program di Indonesia memang identik dengan kegiatan outdoor dan adventure karena ragam aktivitas ini akan memberikan pengalaman berbeda dari keseharian peserta. Mayoritas Praktisi EL di Indonesia memiliki latar belakang petualang dan pecinta alam yg akkhirnya membuat sebagian besar EL Provider di Indonesia bermain di ranah aktivitas outdoor dan adventure ini.

Namun kegiatan outdoor dan adventure memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu faktor keamanan dan keselamatan HARUS menjadi faktor utama yg harus dipikirkan sebelum melaksanakan kegiatan. Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan kegiatan adalah sebagai berikut:

1. Pilih pengalaman terstruktur yg memadai untuk dijadikan bahan refleksi dalam pembelajaran. Semua aktivitas mungkin memang dapat memberikan pengalaman baru dan berbeda kepada peserta, tapi tidak semua aktivitas tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yg kita tentukan. Pilih dan rancang aktivitas secara hati-hati dengan mempertimbangkan tujuan pembelajaran. Usahakan memilih aktivitas dengan faktor risiko yang lebih minimal.

2. Pertimbangkan kegiatan yang sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang kita miliki. Banyak ragam aktivitas Outdoor dan Adventure yg dapat kita pilih, namun kita perlu mempertimbangkan aktivitas yang memang sangat kita kuasai dan ahli dalam bidang tersebut. Bila memang perlu menggunakan aktivitas yang belum terlalu kita kuasai, kerjasama dengan ahli yang menyediakan aktivitas tersebut perlu dilakukan.

3. Buat ceklis analisa faktor resiko yg mungkin terjadi. Pertimbangkan aspek internal dan eksternal. Bagi faktor resiko jd bbrp kategori seperti faktor dari aktivitas yg dilakukan, lokasi kegiatan, peralatan, faktor yg mungkin muncul dari peserta dan faktor yg perlu dipersiapkan dari tim fasilitator. Dokumen ceklis ini harus dibuat agar tidak ada faktor resiko yang luput untuk kita antisipasi

4. Lakukan safety briefing. Penyampaian semua hal terkait resiko kegiatan perlu dilakukan sebelum program berjalan, baik itu kepada peserta dan terlebih kepada anggota Tim Fasilitator Program.

5. Siapkan Tim Medis yang harus selalu standby selama program berjalan untuk memberikan Pertolongan Pertama. Lakukan kerjasama dengan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) terdekat baik puskesmas, klinik atau rumkit yang akan menjadi rujukan bagi Tim Medis yg bertugas.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan terkait faktor keamanan dan keselamatan EL Program. Semoga tips ini dapat sedikit membantu. Iya, hanya sedikit karena untuk menjamin keamanan dan keselamatan program yang kita jalankan tips ini saja tidak cukup. Diperlukan prosedur keamanan yang rinci dan tegas serta secara konsisten dilakukan.

AELI sebagai asosiasi yang menaungi Provider EL memiliki pedoman kebijakan standar keamanan dan keselamatan program yang menjadi panduan bagi anggota nya dalam melaksanakan program. Dengan pedoman ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan program yang dilakukan oleh semua anggota AELI.

Belum ada komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Sekretariat Dewan Pengurus Pusat
Jalan Simpang Tiga Kalibata No. 01.A
Duren Tiga - Jakarta Selatan 12830 - INDONESIA
Telepon [62-21] 2208-3446

Login

atau    

Lupa detail akun ?

Create Account