Sinau Bareng atau biasa dikenal dengan SIUNG merupakan media belajar orang-orang yang berdinamika di dunia Experiential Learning (EL) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

SIUNG Ramadhan 6 Juni 2018
FINAL PROJECT ACTIVITIES

Divisi Litbang dan Diklat DPD AELI DIY pada tanggal 6 Juni 2018 kembali mengadakan acara Sinau Bareng (Siung) ketiga di bulan Ramadhan dengan tema FINAL PROJECT ACTIVITIES. Siung tanggal 6 Juni 2018 ini merupakan rangkaian terakhir dari Siung Ramadhan yang juga diadakan pada tanggal 23 dan 30 Mei 2018. Harapannya adalah satu, melalui Siung ini para peserta akan semakin bertambah wawasan dan ilmunya mengenai Alur Program dalam aktivitas EL terutama menjelang penutupan program. Kedua, Mengetahui fungsi dan peran aktivitas Final Project terkaitalur program dan alur pembentukan kelompok. Ketiga, Mengetahui kekuatan aktivitas Final Project untuk menutup kegiatan dan Keempat, Mengetahui jenis aktivitas apa saja yang bisa digunakan saat Final Project untuk menutup Program EL.
Pada Siung terakhir ini difasilitatori oleh Samuel Gempita Nusa atau biasa dipanggil Samoel. Samoel mulai terlibat secara intensif dalam dunia El dan Outbound sejak 2008. Selain itu Samoel juga pendiri dari Tiap Sudut Organizer. Maka tidak heran jika Samoel dipilih sebagai Fasilitator. Siung kali ini diadakan di salah satu tempat makan di daerah Maguwoharjo bernama Waroeng Moelih nDeso. Alasan dipilihnya tempat ini karena tempatnya mudah dijangkau dan suasananya sangat cocok untuk dilakukan kegiatan Siung.

Total ada 18 peserta yang terlibat dalam acara Siung Ketiga ini. Pesertanya terbagi atas beberapa anggota DPD AELI DIY dan dari umum. Acara Siung ketiga dimulai pukul 13.30 WIB diawali dengan foto bersama dilanjutkan dengan pembukaan dari MC Acara dan Ice Breaking sampai pukul 14.00. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengisian materi mengenai FINAL PROJECT ACTIVITIES oleh Fasilitator. Dimulai dengan pemberian pertanyaan Apa yang dimaksud dengan Final Project Activities?Tujuannya apa? Dan Manfaatnya apa saja?. Kemudian peserta Siung dibagi dalam dua kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan tadi. Melalui diskusi kelompok diharapkan akan terjadi komunikasi aktif di tiap-tiap peserta.
Kemudian setelah Materi pertama peserta dipersilahkan untuk istirahat dan beribadah. Setelah itu kemudian dilanjutkan materi Kedua dimana peserta diajak untuk mendiskusikan pembuatan sebuah alur program dan tahap-tahap perkembangan sebuah grup. Dalam pembuatan alur program ini digunakan teori dari Bruce Tuckman yakni Forming, Storming, Norming dan Performing. Secara keseluruhan diskusi dalam Siung ini berjalan sangat menarik dan para peserta sangat terlibat dalam berbagi pendapat masing-masing.

Sinau Bareng kemudian ditutup pukul 17.31 dengan pengambilan kesimpulan dari Fasilitator yang dilanjutkan dengan buka puasa dan pembagian sertifikat. Kebersamaan tampak nyata dengan after event discussion sambil duduk-duduk menimati makanan dan saling gurau antar fasilitator. Diharapkan dengan pengayaan dan silahturahmi seperti ini, kekerabatan semakin erat dan AELI semakin Bersatu dan Berjaya.

SIUNG RAMADHAN 2018
DPD AELI Daerah Istimewa Yogyakarta
Ice Breaking Big Group
Sinau Bareng atau biasa dikenal dengan SIUNG merupakan media belajar orang-orang yang berdinamika di dunia Experiential Learning (EL) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. SIUNG diselenggarakan oleh Bidang Litbang dan Diklat Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Experiential Learning Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD AELI DIY). Tujuan utama dilaksanakan SIUNG adalah untuk mengembangkan kemampuan soft skill dan hard skill khususnya untuk anggota DPD AELI DIY serta masyarakat pada umumnya yang menggeluti dunia EL.
SIUNG pada tahun 2018 ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadhan 1439 Hijriyah sehingga memiliki nuansa yang berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya karena dilaksankan tidak bertepatan dengan bulan ramadhan. Peserta yang mengikuti kegiatan SIUNG tahun ini akan belajar dalam keadaan berpuasa dan penutup kegiatannya selalu diakhiri dengan aktivitas buka puasa bersama. Pertemuan pertama SIUNG 2018 dilaksanakan pada 23 Mei 2018 di Kampung Flory, Jugangpangukan, Tridadi, Sleman. Peserta yang mendaftar SIUNG pertemuan pertama di Kampung Flory cukup banyak sampai panitia harus menutup pendaftaran satu hari sebelum pelaksanan kegiatan. Kuota sebanyak 40 orang telah terpenuhi yang terdiri dari 20 orang anggota AELI dan 20 orang peserta umum.
Pertemuan pertama SIUNG mengangkat tema Ice Breaking Big Group. Tema ini dirasa penting karena pada umumnya masyarakat masih menganggap keberhasilan atau kegagalan suatu program outbound tergantung pada ice breaking yang diberikan. Selain itu masih banyak pula praktisi EL yang tergolong generasi muda belum terfasilitasi secara mendalam untuk mempelajari materi ice breaking. Oleh karena itu sangat penting mengulas ice breaking secara mendalam dan komprehensif didampingi fasilitator yang sangat berkompeten di bidangnya. Panitia SIUNG Ramadhan 2018 menghadirkan bapak Adhik Iwan Sulistiyanto (biasa disapa pak Iwan) sebagai fasilitator utama dalam kegiatan ini. Beliau merupakan praktisi EL yang sangat berpengalaman dan dikenal ahli tentang materi ice breaking. Pak Iwan merupakan trainer dan motivator di JEL Edutama dari tahun 2006 sampai sekarang. Karir yang lebih lama pula sebagai trainer di In House and Outbound Training sejak tahun 2004 sampai sekarang. Kegiatan lain berupa mengajar dilakukan di Akademi Manajemen dan Administrasi (AMA) Trans Yogyakarta dan Sekolah Bisnis Rumah Zakat Yogyakarta.
Melalui program ini Pak Iwan berharap peserta bisa meningkatkan kompetensinya mengkreasi ice breaking dalam sebuah group kecil ataupun group besar dan tidak monoton memberikan ice breaking dengan metode yang sama kepada peserta kegiatan EL nantinya. Materi pertama yang disampaikan langsung oleh pak Iwan membahas mengenai perngertian ice breaking, tujuan ice breaking, kiat-kiat melakukan ice breaking, perbedaan ice breaking dan energizer, dan perbedaan pola aktivitas individu dalam ice breaking. Materi pertama disampaikan dengan metode ceramah, pak Iwan sebagai sumber belajar pertama dibantu media power point. Materi sesi kedua peserta belajar menggunakan metode curah pendapat dan simulasi. Peserta dibagi menjadi empat kelompok kemudian diberi tantangan untuk saling bertukar ice breaking yang dikuasai dan membuat satu ice breaking baru yang akan ditampilkan di depan kelompok lainnya pada sesi ketiga. Aktivitas kelompok sangat dinamis penuh suasana keakraban. Masing-masing peserta mendemonstrasikan ice breaking yang dikuasai dikuti oleh anggota kelompoknya dari orang pertama hingga orang terakhir. Peserta sangat antusias pada sesi ini sehingga cukup banyak menghabiskan waktu dari target waktu 40 menit baru selesai setelah 90 menit.

Pada materi sesi ketiga masing-masing kelompok mendemonstrasikan hasil diskusi dan prakteknya di hadapan kelompok besar. Setiap kelompok diwakili satu orang sebagai ice breaker (sebutan untuk orang yang memimpin ice breaking) untuk memandu seluruh peserta ikut bermain ice breaking yang ditampilkan. Hasil dari perwakilan masing-masing kelompok menunjukan bahwa kelompok pertama cenderung menunjukan gaya bermain untuk aktivitas individual melalui ice breaking “rum slum-slum” yang sudah di modifikasi. Kelompok kedua menunjukan aktivitas yang alurnya lengkap dari menyapa peserta, melakukan aktivitas individual berupa tarian, hingga aktivitas sosial, yaitu grouping. Sedangkan kelompok ketiga dan keempat bermain ice breaking lebih kepada aktivitas individual berupa game konsentrasi dan senam otak.

Dengan demikian sangat penting untuk dipahami bahwa sebelum melaksanakan ice breaking harus direncanakan dahulu alur yang ingin diterapkan. Seorang ice breaker harus mengidentifikasi peserta yang akan dihadapi, menentukan model ice breaking yang tepat sesuai kriteria peserta, dan gaya apa saja yang ingin digunakan sehingga tidak monoton permainannya.

Salam EL !! Bersatu !! Berjaya!!
JOGJA..!! ISTIMEWA..!!

SIUNG RAMADHAN 2018
DPD AELI Daerah Istimewa Yogyakarta
Team Building
SIUNG Ramadhan 2018 DPD AELI DIY memasuki pertemuan kedua tanggal 30 Mei 2018 di Goa Rancang Kencana, Mungguran II, Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Tema kegiatan kali ini mengulas tentang Team Building Games dibimbing oleh fasilitator yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dian Wibowo Utomo selaku ketua DPD AELI DIY dan direktur utama Wit Gedang Cunsulturement. SIUNG merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh DPD AELI DIY bidang Litbang (Penelitian dan Pengembangan) dan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) dengan tujuan agar para penggiat Experiental Learning (EL) dapat mengembangkan hard skill dan soft skill sehingga bermanfaat untuk memajukan usahanya di bidang jasa EL.
Lokasi SIUNG kali ini berada di lokasi yang tidak lazim pada umumnya untuk menyelenggarakan kegiatan belajar, yakni di dalam Goa Rancang Kencana itu sendiri. Lokasi Goa Rancang Kencana berada dalam satu kawasan dengan obyek wisata Air Terjun Sri Gethuk yang termasuk dalam Desa Wisata Bleberan, Playen, Gunung Kidul. Lokasi yang jauh dari keramaian jalanan dan perkotaan membuat belajar lebih rileks. Suasana lingkungandi sekitar Goa sangat asri dan fasilitas penunjang yang disediakan pengelola sangat lengkap. Sebelah utara Goa terdapat muhola yang bersih dan luas berbentuk pendopo. Sebelah barat Goa tersedia fasilitas kamar mandi yang bersih. Selain itu disekitar mulut Goa rindanganya pepohonan hingga membentuk kanopi menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan berkegiatan. Sebelah timur Goa tersedia halaman parkir kendaraan yang luas dan sekretariat pengelola obyek wisata Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana. Selatan Goa merupakan jalan masuk menuju Goa.
Pada kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 36 orang yang terdiri dari 16 orang anggota AELI DIY dan 20 orang masyarakat umum yang berlatar belakang sebagai penggiat EL. Tepat pada pukul 13.30 acara dimulai dengan pembukaan kegiatan, sambutan Ketua DPD AELI DIY, sambutan ketua panitia, dan sambutan pengelola obyek wisata dilanjutkan ice breaking yang di pimpin langsung oleh Fasilitator. Setelah itu tepat pukul 14.00 dilanjutkan pembahasan materi inti. Materi disampaikan menggunakan metode curah pendapat dan diskusi kelompok dengan proporsi 75% diskusi kelompok dan 25% curah pendapat. Pendekatan belajar lebih menekankan menggunakan pedekatan belajar orang dewasa. Peserta dan pengalamannya menjadi sumber belajar yang penting untuk diiterpretasikan dengan materi yang disampaikan. Peserta dibagi menjadi empat kelompok kecil agar memudahkan peserta belajar bersama. Secara aktif peserta diajak untuk menggali dan mengkonstruksi permahamannya kemudian diutarakan dalam setiap diskusi kelompoknya, jika semua peserta sudah mengutarakan pendapatnya dapat segera ditentukan pemahaman bersama dari materi yang disampaikan.
Materi pertama Team Building dimulai dengan curah pendapat mengenai aspek kompetensi yang terkandung dalam sebuah aktivitas kelompok. Setiap peserta bebas mengutarakan pendapatnya dalam kelompok besar dan menjelaskan pendapatnya. Setelah semua peserta selesai menyampaikan penadapatnya, hasil pemikiran peserta disandingkan dengan teori yang ada dalam materi. Kesimpulan dari curah pendapat adalah aspek kompetensi yang dikembangkan melalui team building meiluputi : komunikasi, strategi dan perencanaan, membangun integritas dan kepercayaan, berfikir kreatif, mengeliminasi stereotypes, membangun moral, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, dan kepemimpinan. Dalam aktifitas curah pendapat ini fasilitator menekankan kepada peserta agar memahami bahwa dalam setiap pembuatan program team building setiap aspek kompetensi yang ingin dikembangkan harus didesain lebih mendetail agar goals dari aktivitas tersebut tercapai secara efektif dan efisien.

Pada materi sesi kedua peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan tantangan untuk membuat simulasi aktifitas team building dan dalam setiap aktifitas yang disimulasikan ada fokus aspek kompetensi yang ingin dicapai kemudian hasil dari diskusi kelompok dipresentasikan. Setiap kelompok dalam aktifitas ini juga bertugas untuk menebak kompetensi apa saja yang terkandung dari hasil simulasi yang dilakukan bersama. Setelah itu peserta diajak untuk mendiskusikan apakah aktifitas yang disimulasikan antar kelompok sudah relevan antara tujuan kompetensi dan aktifitasnya. Selain itu secara spesifik aktifitas yang disimulasikan perlu penambahan atau pengurangan tertentu terkait teknis pelaksanaannya.
Materi sesi ketiga peserta diminta untuk mendiskusikan mengenai tahapan perkembangan tim dalam aktifitas team building yang meliputi : forming (pembentukan), storming (merebut hati), norming (pengaturan norma), dan performing (melaksanakan). Tujuan dari tugas ini agar peserta mampu mengerti dan memahami tahap pertumbuhan/perkembangan tim sehingga ketika suatu saat nanti terjun dilapangan sebagai fasilitator dapat mengatasi dinamika kelompok yang terjadi serta dapat memberikan respon yang tepat sesuai tahapannya. Pada materi ini fasilitator memberi masukan kepada peserta ketika mendesain program team building setiap aspek kompetensi yang akan dituju melalui simulasi aktifitas harus dilakukan secara berjenjang sesuai level tahapan perkembangan tim. Artinya, setiap satu aspek kompetensi yang dikembangkan tidak serta merta disampaikan dalam satu aktifitas secara langsung, melainkan harus dilakukan bertahap dari simulasi aktifitas pertama hingga aktifitas terakhir. Dengan seperti itu peserta sebuah kegiatan EL lebih mudah untuk memahami pembelajaran dari simulasi-simulasi aktifitas team building.
SIUNG ditutup tepat pukul 17.15 dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan pembagian sertifikat. Suasana keakraban sangat terasa ketika buka puasa bersama. Peserta saling sharing pengalamannya menjadi fasilitator dan bergurau sambil duduk lesehan disepanjang jalan menuju Goa layaknya Garden Party. Besar harapan melalui kegiatan seperti ini selain soft skill dan hard skill yang dikembangkan silaturahim juga terus bertambah.

Salam EL! AELI Bersatu ! AELI Berjaya ! Jogja Istimewa !

Belum ada komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Sekretariat Dewan Pengurus Pusat
Jalan Simpang Tiga Kalibata No. 01.A
Duren Tiga - Jakarta Selatan 12830 - INDONESIA
Telepon [62-21] 2208-3446

Login

atau    

Lupa detail akun ?

Create Account